Serangga Tomcat – Asal-Usul dan Cara Mengatasinya

Perubahan iklim yang belakangan ini cukup signifikan dengan angin kencang menyebabkan banyak kejanggalan pada lingkungan. Termasuk di antaranya adalah heboh gigitan serangga tomcat pada sejumlah warga di daerah Surabaya, Yogyakarta, dan beberapa daerah lainnya yang meresahkan masyarakat. Menurut laporan yang diterima Dinas Kesehatan Jatim, wabah penyakit kulit ini dikabarkan sudah menyerang sekurangnya 150 warga di Jawa Timur. Selain menghinggapi daerah Bali, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Jatim, tomcat juga sudah muncul di kawasan Serpong, Tangerang, menyusul laporan dari sejumlah daerah lainnya yang mendapati serangga ini. Tapi, kamu tak perlu khawatir kalau tomcat sudah sampai di daerah tempat tinggalmu. Beberapa tips untuk mengatasi serangga tomcat bisa kamu terapkan tanpa resiko yang aneh-aneh. Kenali dulu soal tomcat, yuk!

Fakta tentang serangga tomcat:

serangga tomcat Serangga Tomcat – Asal Usul dan Cara Mengatasinya

  1. Nama asli tomcat adalah kumbang rove (Paederus littorarius).
  2. Dikenal dengan sebutan semut kayap atau semut kanai, serangga ini disebut tomcat karena kemiripannya dengan Tomcat F-14, pesawat tempur Amerika.
  3. Wujud tomcat bisa dikenali dengan warna kepala hitam dan warna oranye pada perut dan dada.
  4. Siklus hidupnya berkisar antara 91 hari sampai 103 hari.
  5. Serangga tomcat adalah sahabat petani yang membantu mengusir hama wereng cokelat.
  6. Tomcat tidak menggigit atau menyengat, tapi mengeluarkan racun kalau merasa terancam.
  7. Nama racun tomcat adalah Hemolimfi dengan kandungan toksin paederin
  8. Walau tak mematikan, racun tomcat memiliki konsentrasi 15 kali lipat lebih tinggi daripada ular kobra.
  9. Habitat asli serangga tomcat adalah di daerah lembab dan bawah permukaan tanah.
  10. Cuaca yang buruk dengan angin kencang diperkirakan sebagai faktor yang membuat tomcat menyebar jauh dari habitat aslinya.

Gejala yang muncul setelah terkena racun serangga tomcat:

gigitan tomcat 300x225 Serangga Tomcat – Asal Usul dan Cara Mengatasinya

  • Gatal-gatal pada kulit
  • Muncul warna kemerahan jika digaruk
  • Terasa panas
  • Adanya radang atau iritasi
  • Kulit melepuh mirip herpes
  • Keluar nanah jika agak parah

Cara Mencegah Infeksi Racun Serangga Tomcat dan Mengobatinya

Karena tomcat pada dasarnya tidak mengigit, sebaiknya kibas-kibaskan saja kalau serangga ini hinggap di kulitmu. Jangan panik dan langsung ‘menyerang’ si tomcat. Dengan melakukannya, justru serangga tomcat akan mengeluarkan racunnya sebagai bentuk pertahanan.

Banyak yang berpikir tomcat mematikan dan lantas bingung jika terkena racunnya. Sejauh ini, langkah pengobatannya ternyata sangat mudah. Bahkan, hal tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa melibatkan bantuan lanjut dari dokter. Cukup oleskan salep Hydrocortisone beberapa kali sehari pada daerah yang terkena racun sampai lukanya hilang. Cara pengobatan racun serangga tomcat ini terbukti berhasil pada sejumlah orang yang sudah menerapkannya.

Incoming search terms:

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>