Penyebab Mendengkur dan Solusinya

mendengkur Penyebab Mendengkur dan Solusinya

Mendengkur, atau yang juga disebut ngorok, biasanya hanya dianggap sepele dan tak jarang dijadikan bahan lelucon. Padahal, menurut riset, masalah ini bisa jadi merupakan indikasi atas kondisi kesehatan yang lebih buruk lagi. Sering pula mendengkur menjadi alasan penyebab retaknya hubungan rumah tangga. Lho, bagaimana bisa? Kebiasaan ngorok yang rutin dan sudah kronis tentu saja sangat mengganggu orang lain yang tidur di dekat si pendengkur. Saking tidak tahannya, si ‘korban’ lantas lebih memilih beristirahat di ruangan lain, alias kamar terpisah. Hal seperti ini jelas berdampak buruk pada hubungan suami-istri. Sebelum mencari solusi untuk mengatasinya, sebaiknya ketahui dulu beberapa penyebab mendengkur!

Cara Mengatasi Mendengkur Berdasarkan Penyebabnya

Berbedanya kondisi setiap orang menyebabkan berbedanya alasan mereka mengalami suatu hal, termasuk mendengkur. Kalau pada umumnya orang mengidentikkan ngorok dengan lelahnya tubuh, pernyataan ini separuh benar dan separuh salah. Benar karena kecapekan akibat kurang tidur memang bisa berujung pada mendengkur; salah karena itu hanya salah satu dari sejumlah penyebab mendengkur.

Alasan-alasan terjadinya dengkuran:

1. Posisi tidur
Posisi tidur telentang yang bertumpu pada punggung acapkali menjadi penyebab mendengkur. Kenapa? Saat tidur telentang, posisi lidah akan cenderung ke belakang dan menghambat aliran udara. Pernapasan yang terganggu ini menyebabkan getaran-getaran di antara otot-otot di dalam mulut dan menimbulkan suara yang kita namakan “ngorok”.

Solusi
Cobalah untuk tidur menghadap ke samping. Banyak yang mengeluh nantinya posisi tidur mereka akan kembali telentang walaupun sudah diusahakan bertumpu pada bagian samping tubuh. Untuk mengatasinya, kamu bisa menjahit bola tenis atau semacamnya di bagian punggung piyamamu supaya tidur telentang tidak membuatmu merasa nyaman. Butuh cara yang lebih modern? Di pasaran, sejumlah bantal anti-mendengkur siap dibeli!

2. Obesitas
Kalau kamu termasuk pendengkur dan mengalami obesitas alias kegemukan, nyaris bisa dipastikan bahwa kelebihan berat badan adalah biang keroknya. Hal ini terutama terjadi karena banyaknya timbunan lemak di daerah sekitar leher yang menyulitkan pernapasan saat tidur. Vibrasi pun terjadi dan terdengar sebagai dengkuran.

Solusi
Tentu saja satu-satunya solusi untuk faktor obesitas adalah dengan mengurangi berat badan. Mungkin prosesnya akan sedikit memakan waktu, tapi bahkan “hanya” dengan menurunkan 4 – 5 kg, tingkat dengkuran akan berkurang cukup drastis.

3. Rokok
Satu lagi alasan untuk berhenti merokok! Selain mahal dan menjadi akar tumbuhnya berbagai macam penyakit kronis, kebiasaan merokok juga menjadi salah satu faktor utama penyebab mendengkur. Mendengkur umumnya terjadi jika ada masalah dalam pernapasan, di mana rasanya kaitan hal tersebut dengan merokok tak perlu dijelaskan lagi.

Solusi
Berhenti merokok dan jauhilah lingkungan yang penuh dengan asap rokok. Seperti yang kamu ketahui, kerugian yang diterima perokok pasif tak jauh berbeda (bahkan di beberapa kasus lebih parah) dengan mereka yang aktif merokok.

4. Alkohol, pil penenang, obat tidur
Pada umumnya, seorang alkoholik mengonsumsi minuman beralkohol di penghujung hari setelah selesai beraktivitas, yaitu menjelang tidur. Kebiasaan ini kemungkinan besar akan berujung pada dengkuran yang keras. Alasannya sederhana: alkohol memiliki kandungan yang membuat otot-otot tubuh, termasuk otot di sekitar mulut dan tenggorokan, menjadi sangat rileks. Sekali lagi, keadaan ini mengganggu aliran udara dan menciptakan vibrasi alias suara dengkuran. Bukan cuma alkohol, obat tidur dan pil penenang juga menyebabkan hal yang serupa.

Solusi
Secara teori, dikatakan bahwa solusinya adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol dan pil penenang sekitar 3 jam sebelum tidur. Namun, tentu saja menghentikan konsumsi alkohol secara total merupakan jalan terbaik.

Penyebab Mendengkur Lainnya

Selain faktor-faktor di atas, ada beberapa hal lain yang menyebabkan munculnya dengkuran. Di antaranya adalah masalah pada anatomi mulut dan gangguan di hidung yang pastinya mempersulit pernapasan. Seseorang yang biasanya tidak mendengkur pun bisa saja lantas ngorok ketika dia mengalami gangguan pernapasan, termasuk flu dan hidung mampet. Untuk masalah anatomi mulut, cara terbaik mengatasinya adalah dengan melakukan operasi. Di samping itu, wanita cenderung lebih rentan dengan masalah mendengkur saat mereka sudah memasuki masa menopause, di mana kadar estrogen yang dikatakan sebagai pencegah dengkuran menurun. Mengetahui penyebab mendengkur dan mengatasinya sebelum terlambat tentunya sangat vital, baik untuk kebaikan hubungan sosial, intim, dan kesehatan.

(Gosip Terbaru)

Incoming search terms:

Related posts:

One thought on “Penyebab Mendengkur dan Solusinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>